Apel Bersama Dalam Rangka Pencanangan Pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM

Pada Hari Kamis, 05 Maret 2020, pukul 08.00 WIB bertempat halaman Kantor Kejaksaan Negeri Solok Selatan telah dilaksanakan apel bersama dalam rangka Pencanangan Pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM
pada Kejaksaan Negeri Solok Selatan.

Acara tersebut diikuti oleh para kepala seksi, kasubag, kasubsi, jaksa fungsional, serta seluruh pegawai dan honorer pada Kejaksaan Negeri Solok Selatan.

Deklarasi pencanangan tersebut diawali dengan upacara dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dilanjutkan dengan penyematan pin agen perubahan kepada dua insan adhyaksa oleh Kajari, kemudian penandatangan komitmen bersama dimulai dari Kajari diikuti oleh para Kasi,para pegawai Kejari Solok Selatan.

Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan tekad Kejaksaan Negeri Solok Selatan sebagai salah satu aparat penegak hukum untuk mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM dan reformasi birokrasi yang menitik beratkan sasaran pada enam area perubahan : manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sdm, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Kejaksaan Negeri Solok Selatan, Bpk. Muhammad Bardan, SH.MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa ‚ÄúPencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dengan diiringi pelaksanaan reformasi birokrasi Kejaksaan secara sunggug sungguh dan konsekuen diharapkan akan mampu menghadirkan aparatur Kejaksaan yang handal dan professional dalam menegakkan supremasi hukum. Selain itu, diharapkan pada seluruh pegawai kejari Solok Selatan baik unsur pimpinan maupun staf diharapkan dapat mendukung dan berperan aktif agar dapat meraih Predikat WBK/WBBM dimaksud.”

Pada hakikatnya reformasi birokrasi merupakan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan sebagai organisasi pemerintahan. Untuk menyelaraskan hakikat reformasi birokrasi ini, maka perlu membangun/membentuk profil dan perilaku pegawai Kejaksaan agar mempunyai integritas tinggi, produktivitas tinggi, bertanggung jawab dan mampu memberikan pelayanan prima pada masyarakat dalam rangka mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, efisien, transparan dan akuntabel, dan juga terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.”