JMS di Tanah Datar, Tingkatkan Pemahaman Pengaruh Buruk Narkoba

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat mempunyai program Jaksa Masuk Sekolah, bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan aturan dan peraturan kepada siswa maupun kepala Sekolah dan guru tentang Narkotika, pornografi, perlindungan saksi dan korban serta beberapa peraturan lain.

Hal ini disampaikan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumbar Yuswadi dihadapan Kadis Dikbud Tanah Datar Abrar beserta jajaran, Kajari Batusangkar M. Fatria, Kepala Kesbangpol Irwan, Kabag Hukum Jasrinaldi, Kepsek dan OSIS SMP se Tanah Datar serta undangan lainnya, di aula SMP N 1 Batusangkar, Rabu (8/11/2017).

Yuswadi memaparkan, kegiatan jaksa masuk sekolah bisa menjadi bekal dan pengetahuan untuk membentengi diri dari masalah hukum. “Dengan jaksa masuk sekolah, mari kita kenali hukum untuk menjauh dari hukuman, karena ketika kita tahu hukum tentu tidak mau dihukum” katanya.

Asintel Kajati Sumbar menambahkan, program ini tidak hanya dilaksanakan di SMP N 1 Batusangkar saja. “Kalau bapak Kepsek yang hadir saat ini berminat untuk dilaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah ini dilaksanakan di sekolah masing-masing, silahkan hubungi kantor Kajari Batusangkar, Insya Allah kita siap” ujarnya.

Sementara itu Bupati Tanah Datar diwakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abrar menyampaikan ungkapan terima dan apresiasi kepada pihak Kejati Sumbar. “Terlebih dahulu saya sampaikan permohonan maaf Bupati dan Wabup sedang kegiatan lain di luar daerah, sehingga tidak bisa hadir dalam kegiatan ini. Namun beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan atas penunjukan Tanah Datar dalam laksanakan kegiatan jaksa masuk sekolah ini,” sampainya.

Abrar menambahkan, perkembangan teknologi memberi dampak negatif kepada siswa, sehingga diperlukan langkah dan program nyata dalam membentengi siswa-siswi kita. ” tentu saja kita berharap dengan program jaksa masuk sekolah mampu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswa dan siswi serta menjadi benteng dirinya agar tidak terlibat hukum maupun pergaulan yang akan merusak dirinya,” ujarnya.

Namun ujar Abrar, dalam 5 tahun berurut-turut Tanah Datar masih menjadi terbaik dalam pengelolaan pendidikan di Sumatera Barat. “Selain mendukung kegiatan seperti hari ini, Tanah Datar juga lakukan pemberian reward studi banding internasional bagi siswa, guru, kepsek, pengawas dan lainnya yang berprestasi, dimana kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan motivasi, dan peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Abrar. (***)

dsc_2155 dsc_2133 dsc_2127 dsc_2101 dsc_2096