Laporan Persidangan Perkara Tindak Pidana Lingkungan Hidup a.n. Terdakwa Drs. RUSMA YUL ANWAR, M.Pd. di Pengadilan Negeri Padang dengan Agenda Pemeriksaan Saksi A de Charge

Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 Desember 2019 sekitar pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Padang dilaksanakan persidangan perkara Tindak Pidana Lingkungan Hidup Nomor 642/Pid.Sus/LH/2019/PN.Pdg a.n. Terdakwa Drs. RUSMA YUL ANWAR, M.Pd. dengan Dakwaan Kesatu Pasal 98 Ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kedua Pasal 109 UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan Agenda Persidangan Pemeriksaan Saksi A de Charge yang diajukan Terdakwa.

Bahwa Majelis Hakim dalam perkara tersebut diketuai oleh Hakim Ketua DR. Gutiarso, S.H., M.H, dengan Hakim Anggota I Khairulludin, S.H., M.H. dan Hakim Anggota II Agus Komarudin, S.H., M.H.

Bahwa Jaksa Penuntut Umum yang hadir dalam persidangan tersebut berjumlah 2 (dua) orang yaitu :

  1. Hafiz Kurniawan, S.H. selaku Kasi Pidum Kejari Pessel; &
  2. Monica Sevi Herawati, S.H. selaku Kasubsi Eksekusi & Ekseminasi Kejari Pessel.

Bahwa dalam melaksanakan persidangan Terdakwa didampingi oleh Penasehat Hukum dari Kantor Hukum Sutomo & Rekan.

Bahwa Saksi A de Charge yang diajukan oleh Terdakwa di persidangan adalah sebagai berikut :

  1. Sdr. SYAFRIZAL TASIR, Sei Tawar, 01 Juli 1956, Indonesia, Buruh Tani/ Pekebun, Telaga Sungai Dingin, Nanggalo, Koto XI Tarusan, selaku pemilik tanah yang berdekatan dengan tanah milik Terdakwa di Kawasan Mandeh.
    Bahwa pada pokoknya Saksi menerangkan tanah yang dimiliki/dibeli Terdakwa di kawasan mandeh tersebut sebelumnya adalah tanah milik (Jamadin) yang dijadikan tanah ladang pada saat tanah tersebut belum dibelah dua menjadi jalan.
    Bahwa Saksi sering melewati lokasi tanah milik Terdakwa, timbunan yang ada sebelumnya merupakan peladangan.
    Bahwa Saksi menerangkan didekat timbunan terdapat olo atau muara dengan lebar sekitar 5 meter dan panjang 50 meter.
    Bahwa bakau yang berada di wilayah Terdakwa telah memiliki panjang sekitar 2 meter.
    Bahwa bakau yang yang rusak hanya disekitar olo.
    Bahwa pohon bakau di kawasan mandeh biasa diambil oleh masyarakat untuk dijadikan kayu bakar.
    Bahwa pondok yang terdapat di lokasi milik Terdakwa ada 3 buah, dan sebelum pondok itu dibangun dilakukan perataan lokasi.

Terdakwa membenarkan keterangan Saksi.

  1. Sdr. BASTIAN, Mandeh, 01 Juli 1951, Indonesia, Nelayan/Perikanan, Kampung Baru Mandeh, Mandeh, Koto XI Tarusan, selaku pemilik tanah yang berdekatan dengan Tanah milik Terdakwa di Kawasan Mandeh
    Bahwa pada pokoknya Saksi menerangkan sebelumnya tanah milik Terdakwa itu adalah tanah perkebunan.
    Bahwa timbunan yang ada di lokasi milik Terdakwa adalah sawah, tidak ada managrove/bakau.
    Bahwa didalam lokasi milik Terdakwa terdapat olo/muara dengan lebar 3 s/d 5 meter, yang mana olo tersebut menjadi tempat singgah perahu/kapal nelayan apabila cuaca dilaut sedang buruk.
    Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah ada mangrove/bakau yang rusak di lokasi milik Terdakwa tersebut.
    Bahwa Saksi tidak menentu kapan terakhir ke lokasi di Kawasan Mandeh milik Terdakwa tersebut.
    Bahwa Saksi tidak mengingat kapan jalan aspal di Kawasan Mandeh tersebut selesai, seingat Saksi ketika Saksi pulang dari Kalimantan jalanan aspal sudah selesai sekitar tahun 2017.
    Bahwa Saksi sebagai nelayan memiliki kapal dengan cadiak yang dapat masuk ke olo tersebut.

Terdakwa membenarkan keterangan Saksi.

Bahwa pengunjung sidang yang hadir dalam perkara tersebut berjumlah ±36 (kurang lebih tiga puluh enam) orang yang terdiri dari pendamping para Saksi, Keluarga & Kerabat Terdakwa, Kolega Terdakwa, Pendukung Terdakwa, Wartawan, pengunjung sidang dalam perkara lain, dll.

Bahwa sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2019 dengan Agenda Persidangan Pemeriksaan Ahli yang diajukan Terdakwa. Bahwa persidangan berjalan aman, lancar, dan selesai pada pukul 11.00 WIB.