Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana Infak Masjid Raya Sumbar

Pada hari ini Senin tgl 26 okt 2020 telah dilaksanakan sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan dana infak Mesjid Raya Sumatera Barat th 2013_2019, dimana terdakwa yelnazi Rinto bin Rasyiddin Naim, selaku bendahara pengeluaran pembantu pada biro bina sosial/biro bina mental dsn kesra th 2010_2019, bendahara mesjid raya Sumbar 2014_2019 dan bendahara unit pengumpul zakat (UPZ) Tuah Sakato 2014_2019 dan pemegang kas PHBI(2014_2019), telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, yakni secara melawan hukum/menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya karena jabatannya Telah memperkaya/menguntungkan diri sendiri yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dan atau dengan sengaja menggelapkan uang yang disimpan karena jabatannya atau dengan sengaja memalsukan buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi yang di Padang sebagai perbuatan berlanjut, yakni uang infak Mesjid Raya Sumatera Barat sejumlah Rp. 857.677.897, uang persediaan pada Biro Mental dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat dari APBD th 2019 sebesar, Rp.799.094.158 ditambah dengan kekurangan setoran pajak, Rp.56.343.168 dan uang sisa peringatan hari besar Islam (PHBI) Rp.50.675.145 dan kas anak yatim sebesar Rp.47.532.604 sehingga total kerugian negara sebesar, Rp.1.754.094.158.

Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana Infak Masjid Raya Sumbar

Pada hari ini Senin tgl 26 okt 2020 telah dilaksanakan sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan dana infak Mesjid Raya Sumatera Barat th 2013_2019, dimana terdakwa yelnazi Rinto bin Rasyiddin Naim, selaku bendahara pengeluaran pembantu pada biro bina sosial/biro bina mental dsn kesra th 2010_2019, bendahara mesjid raya Sumbar 2014_2019 dan bendahara unit pengumpul zakat (UPZ) Tuah Sakato 2014_2019 dan pemegang kas PHBI(2014_2019), telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, yakni secara melawan hukum/menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya karena jabatannya Telah memperkaya/menguntungkan diri sendiri yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dan atau dengan sengaja menggelapkan uang yang disimpan karena jabatannya atau dengan sengaja memalsukan buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi yang di Padang sebagai perbuatan berlanjut, yakni uang infak Mesjid Raya Sumatera Barat sejumlah Rp. 857.677.897, uang persediaan pada Biro Mental dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat dari APBD th 2019 sebesar, Rp.799.094.158 ditambah dengan kekurangan setoran pajak, Rp.56.343.168 dan uang sisa peringatan hari besar Islam (PHBI) Rp.50.675.145 dan kas anak yatim sebesar Rp.47.532.604 sehingga total kerugian negara sebesar, Rp.1.754.094.158.